Apa yang berkenan dimata Tuhan

1. Apa yang baik? Hal ini dapat kita lihat pada 2 Korintus 6:14, "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?" Di sini artinya adalah hendaklah kita berpasangan dengan orang yang seiman.

2. Apa yang berkenan kepada Allah? Hal ini dapat dilihat pada Kejadian 2: 18, "Tuhan Allah berfirman: Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Kesepadanan dapat dilihat dari:
a. Kapasitas rohani (seberapa banyak pasangan dan diri kita telah mengalami Tuhan dalam hidupnya).
b. Wawasan/pola pikir yang akan sangat dipengaruhi latar belakang, pendidikan, pengalaman, dan kehidupannya.
c. Memiliki misi dan visi yang diarahkan kepada Tuhan.
d. Memiliki kedewasaan psikologis untuk berkomitmen.
Pasangan yang sepadan adalah pasangan yang memiliki empat dimensi tersebut dengan kadar yang kurang lebih sama (tidak terlalu jauh). Ingat prinsip kuk: bila salah satu terlalu berat dan satu terlalu ringan, maka sapi tidak bisa berjalan beriringan.

3. Setelah berjalan beriringan, pertanyaannya apakah kehendak Tuhan yang sempurna? Hal ini dapat dilihat dalam Matius 11:29-30, "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

Lalu selain tiga hal tersebut, apa ciri-ciri dia pasangan hidup yang tepat:
1. Bersamanya kita mengalami damai sejahtera.
2. Kita semakin maju dalam pekerjaan, pelayanan, dan kehidupan sosial kita.
3. Kita semakin dekat dengan Tuhan.

Permasalahannya adalah: apakah kita sudah menjadi orang yang dapat memenuhi 3 kehendak Allah tersebut? Kalau belum, maka kejarlah itu dahulu!

Jadi, selamat mencintai! Selamat jatuh cinta! Selamat memilih pasangan hidup yang tepat!