Ada sebuah cerita yang saya kutip dari kegiatan SPK
yang saya ikutin sudah 3 mggu, yaitu "Ada sebuah
keluarga di desa yang tinggal seorang nenek dan seorang anak.
Anak ini adalah cucu nenek itu. Suatu hari anak ini mencuri
mangga tetangganya, dan nenek ini memergoki anak itu.
Nenek berkata :"cu, kenapa kamu mencuri?" lalu cucu itu berkata:"
maaf nek cucu mencuri mangga dan cucu tidak akan mencuri lagi."
1 mggu kemudian, cucu itu kembali mencuri lagi nenek memergokinya lagi
dan berkata:"cucu kenapa kau mencuri lagi?"
Lalu cucu itu berkata:" maafin nek, cucu tidak akan mencuri lagi, cucu janji".
Cucu ini tidak mencuri untuk satu bulan, dan cucu kembali mencuri lagi
dan nenek pun akhirnya berkata:"cu, kalau kau mencuri lagi, kamu akan nenek
tusuk dengan jarum". Lalu cucu berkata:"Ampuni aku nenek, aku salah dan
tidak akan mencuri lagi." Sambil ketakutan dengan jarum yang ditunjukin nenek.
Cucu itu akhirnya tidak mencuri untuk beberapa bulan ke depan. Akhirnya cucu
itu kembali mencuri lagi. Nah kamu ketahuan mencuri lagi cu, ungkap si nenek.
Dan sesuai perjanjian kamu mencuri maka nenek akan menusuk kamu dengan jarum.
Cucu itu menangis dan minta ampun kepada neneknya dan bilang bahwa ia tidak
akan mencuri lagi. Lalu nenek menusuk jarum ke tanganya sendiri dan cucu melihat
dan ia berkata kenapa nenek melakukan itu? Lalu nenek itu berkata kalau kamu
mencuri lagi maka nenek akan menusuk ke tangan nenek lagi. Cucu itu terus menangis
da sejak saat itu dia tidak mencuri lagi. Begitu pun dengan Tuhan, Ia rela
menderita di kayu salib untuk menebus dosa - dosa kita. Sudah berapa kali kita
menyalibkan dia dengan dosa - dosa yang kita lakukan. Apakah pengorbanan - Nya
di kayu salib tidak cukup?? Bertobatlah dan kita bersama - sama hidup dalam
terang seperti Bapa kita adalah sumber terang. Dia rela memberikan nyawa - Nya
kepada kita, itu menandakan berharganya kita di mata - Nya.
Percayalah sebelum semuanya terlambat karena kasih karunia - Nya besar bagi
semua orang.

0 comments:
Post a Comment