Saya sangat tertarik dengan title ini karena saya teringat tentang Tuhan,
yaitu bukan yang dilihat manusia yang dilihat Tuhan; manusia melihat apa yang di depan mata,
tetapi Tuhan melihat hati. Dewasa ini banyak dari orang yang cenderung lebih berfokus
pada "bentuk" daripada "isi" yaitu lebih senang penampilan daripada kualitas di dalam.
Apa ini salah?? pertanyaannya. Dalam kaitan dengan orang, tentu saja salah. Sebab
penampilan luar seseorang tidak selalu mewakili kualitas hati. Hati yang tulus bisa
sangat terlihat dari perkataan & perbuatannya serta tindakannya di belakang kita.
Mari kita berhati-hati menilai orang lain, dan lebih sungguh-sungguh menjaga hati.
Seperti ada peribahasa "Jangan menilai seseorang dari penampilannya. Di balik jas tua,
bisa ada hati yang kaya".